Jangan Lakukan Ini Saat Membedong Bayi

Jangan Lakukan Ini Saat Membedong Bayi
Membedong bayi merupakan salah satu tradisi yang masih dipercaya dan di praktekan oleh masyarakat Indonesia. Masyarakat indonesia meyakini bahwa dengan membedong bayi, bayi akan merasa nyaman sama seperti saat di dalam rahim ibunya (terasa hangat) dan bedong juga dapat digunakan untuk membuat postur tubuh bayi lurus.

Terlepas dari tradisi tersebut, ternyata jika anda membedong bayi dengan cara yang tidak benar justru akan meningkatkan risiko yang tidak baik pada kondisi kesehatan bayi. Dari sisi kesehatan memang tidak terlalu dianjurkan membedong bayi, namun masih dianggap wajar atau boleh jika anda melakukannya dengan cara yang benar. Oleh karena itu, saat membedong bayi, anda sebaiknya jangan melakukan hal-hal seperti ini:

1. Bayi menangis
Jika bayi sedang menangis, jangan pasang bedong dahulu. Anda harus menunggu sampai bayi berhenti menangis dan penuhi dulu kebutuhannya. Saat bayi menangis itu tandanya ia sedang membutuhkan sesuatu misalnya lapar ingin minum susu atau tidak nyaman karena habis mengompol sehingga minta diganti dulu popoknya. Jika hal-hal tersebut terjadi, anda jangan langsung bedong bayi tetapi penuhi dulu kebutuhannya itu.

2. Jangan terlalu sering atau lama membedong bayi
Menurut beberapa studi terlalu lama membedong bayi akan memunculkan banyak kerugian pada bayi seperti bayi menjadi kurang aktif, tidak efektif minum susu, mudah tertidur, dan mengurangi kontak bayi dengan ibunya. Untuk meminimalkan kerugian tersebut maka sebaiknya jangan terlalu lama membedong bayi, anda perlu beberapa menit melepas bedong dan kemudian dipakaikan kembali.

3. Kain jangan terlalu ketat
Bedong adalah membungkus atau memakaikan kain pada tubuh bayi. Karena kain sebagai alat utama untuk membedong bayi maka penting halnya menggunakan kain yang tepat saat membedong bayi. Sebaiknya hindari menggunakan kain yang terlalu ketat untuk membedong bayi karena akan membatasi gerak bayi. Gerak bayi yang terganggu akan berpengaruh pada kondisi kesehatannya yaitu dapat menganggu pengembangan kontrol otot dan sistem saraf, serta terganggunya kelancaran aliran darah ke seluruh tubuh. Selain itu, jika bayi dibungkus terlalu erat di dada khususnya dapat meningkatkan risiko infeksi pneumonia dan pernapasan.

4. Jangan bedong bayi jika posisinya belum sejajar
Membedong bayi sembarangan seperti membiarkan pinggulnya tidak sejajar saat dibedong akan mengakibatkan sesuatu yang fatal yaitu dysplasia pinggul. Dyspladia pinggul yang dapat mengakibatkan penyakit degenerasi sendi, radang sendi pinggul dan sakit kronis di kemudian hari.

5. Hentikan bedong jika usia bayi sudah 3 bulan.
Anda perlu menghentikan penggunaan bedong jika bayi sudah berusia 3 bulan, karena bayi yang masih tetap dibedong hingga mencapai usia sekitar tiga bulan dapat meningkatkan gangguan pada perut bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *