Jenis Terapi Pasca Stroke yang Mampu Meningkatkan Kualitas Hidup

Jenis Terapi Pasca Stroke yang Mampu Meningkatkan Kualitas Hidup

Terapi pasca stroke adalah jenis perawatan penting bagi penderita stroke. Dengan terapi tersebut, penderita stroke nantinya dapat menjalani kehidupan seperti sedia kala dan membantu agar fungsi otak bekerja dengan semestinya. Stroke akan menjadi kondisi yang parah jika pembuluh darah yang berada di otak pecah dan terhambat oleh darah yang membeku. Bagi mereka yang pernah mengalami stroke, fungsi otak akan mengalami penurunan. Akibat fungsi otak yang menurun, kemampuan mengingat dan berbicara akan berkurang. Agar dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik, penderita yang pernah mengalami stroke harus melakukan terapi stroke dengan penuh kesabaran.

Terapi atau rehabilitasi pasca stroke dapat membantu penderita mempelajari kembali keterampilan tubuh yang hilang. Tidak hanya itu, rehabilitasi pasca stroke juga dapat meningkatkan kualitas hidup sehingga penderita dapat beraktifitas seperti sedia kala. Jika memperhatian beberapa penderita stroke, Anda akan melihat bahwa penurunan fungsi otak penderita tidaklah sama. Akibat derajat penurunan fungsi otak berbeda-beda, penderita stroke memiliki jenis atau metode terapi pasca stroke yang berbeda pula. Untuk menentukan jenis rehabilitasi pasca stroke, berkonsultasi ke dokter atau terapis menjadi kegiatan wajib yang harus dilakukan. Berikut ini merupakan jenis terapi atau rehabilitasi yang dapat dilakukan oleh para penderita stroke:

  • Terapi memori

Seperti pembahasan sebelumnya, penderita stroke akan mengalami penurunan fungsi otak yang membuatnya sukar untuk mengingat. Bagi penderita stroke mudah lupa dan mengingat sesuatu, terapi memori menjadi jenis terapi yang baik untuk dilakukan. Di bawah ini merupakan cara-cara menjalankan terapi memori:

  1. Memanfaatkan permainan asah otak untuk menstimulasi otak.
  2. Lakukan gerakan dengan sesering mungkin.
  3. Melakukan kebiasaan untuk menulis hal-hal yang dilakukan setiap harinya.
  4. Meletakkan barang pada posisi yang sering dilihat.
  5. Melatih ingatan dengan menggunakan akronim yang iramanya sama.
  6. Gunakan catatan yang ditempel di sisi rumah sebagai pengingat.
  • Terapi gerakan

Terapi gerakan menjadi jenis rehabilitasi pasca stroke standar yang sering dilakukan. Terapi gerakan dapat dilakukan dengan cara berolahraga keseimbangan, berjalan di atas treadmill dan olahraga angkat beban. Kualitas hidup akan meningkat dengan sendirinya jika terapi gerakan dilakukan secara rutin. Terapi gerakan juga dapat dilakukan dengan cara:

  1. Sering mengubah posisi tidur dan duduk. Cara ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan tubuh dan menjaga postur tubuh.
  2. Setelah mengalami peningkatan, terapis biasanya akan memberikan masukan untuk bergerak aktif di tempat tidur. Bergeser dan pindah dari posisi satu ke posisi lainnya merupakan gerakan aktif yang harus dilakukan di atas tempat tidur.

Selain kedua jenis terapi pasca stroke di atas, terapi berbicara menjadi jenis rehabilitasi lainnya yang dapat dilakukan oleh penderita stroke. Terapi berbicara sangat baik dilakukan bagi penderita stroke yang kesulitan untuk berbicara. Kemampuan berbicara dan otot mulut akan kembali berfungsi dengan baik selama terapi berbicara dilakukan dengan rutin. Selama terapi berbicara, terapis akan memberikan paduan seperti di bawah ini:

  • Terapis akan memberikan arahan untuk menelan air dalam jumlah tertentu.
  • Setelah itu, terapis akan menilai seberapa besar pasien dalam berbicara. Selama melakukan penilaian, terapis memiliki teknis tersendiri untuk menilai.
  • Ketika penderita stroke sulit untuk menangkap kata-kata yang diberikan oleh terapis, terapis akan menunjukkan gambar dan mengurutkan kata yang sesuai dengan makna pada gambar.
  • Terapis akan mengarahkan penderita stroke untuk mengucapkan kata atau huruf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *