Mengenal Gejala dan Terapi Stroke

Mengenal Gejala dan Terapi Stroke

Ketika membahas mengenai penyakit stroke, Anda akan mengetahui bahwa stroke merupakan penyakit yang dapat terjadi akibat suplai darah ke otak berkurang karena pembuluh darah yang pecah atau tersumbat. Dengan berkurangnya oksigen yang dibutuhkan oleh otak, sel otak akan mati dan tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik. Stroke akan mengancam kehidupan para penderitanya karena dapat menimbulkan kerusakan otak secara permanen. Pembahasan mengenai stroke menyebabkan Anda akan menemukan tiga jenis kondisi stroke, diantaranya:

  • Stroke iskemik

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang dapat terjadi karena pembuluh darah tersumbat akibat pembekuan darah. Stroke iskemik sendiri merupakan jenis stroke yang banyak menyerang penderita stroke.

  • Stroke hemoragik

Berbeda dengan stroke iskemik, stroke hemoragik dapat terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah atau mengalami kebocoran. Kondisi tersebut dimulai ketika pembuluh darah melemah dan pecah sehingga menumpahkan darah ke bagian otak lainnya.

  • Stroke ringan

Stroke ringan atau TIA ( Transient Ischemic Attack ) merupakan kondisi dimana sistem saraf mengalami kekurangan darah. Jika kondisi tersebut terjadi pada bagian otak, otak akan kekurangan asupan oksigen. Jika seseorang telah mengalami stroke ringan, terapi stroke harus segera dilakukan agar kondisi tidak memburuk.

Sebelum membahas mengenai terapi stroke, Anda sebaiknya mengetahui gejala dari penyakit stroke. Gejala penyakit stroke dapat terjadi secara mendadak dan menyerang pada salah satu sisi tubuh. Gejala stroke akan memburuk setelah berlangsung selama 24 jam hingga 72 jam. Berikut ini merupakan beberapa gejala stroke yang perlu Anda ketahui:

  1. Merasakan sakit kepala secara tiba-tiba
  2. Mudah merasa lelah
  3. Kehilangan keseimbangan bagian tubuh, salah satunya merasa sulit untuk berjalan
  4. Kehilangan kesadaran
  5. Penglihatan yang terlihat buram atau menghitam
  6. Merasa mati rasa pada tubuh bagian wajah, kaki dan tangan
  7. Mengalami masalah pendengaran dan berbicara

Terapi stroke biasanya dilakukan jika seseorang telah didiagnosis menderita penyakit stroke. Terapi atau rehabilitasi stroke dapat membantu penderita untuk mempelajari kembali keterampilan tubuh yang hilang. Hasil penyembuhan dari rehabilitasi stroke sendiri bergantung pada tingkat keparahan dari penyakit stroke yang diidap. Penderita yang melakukan terapi atau rehabilitasi stroke memiliki kemungkinan sembuh yang lebih besar daripada penderita stroke yang tidak melakukan terapi sama sekali. Guna melengkapi pengetahuan Anda seputar penyakit stroke, berikut ini merupakan penjelasan mengenai beberapa terapi atau rehabilitasi stroke:

  • Melatih keterampilan motorik

Latihan keterampilan motorik dapat membantu penderita stroke meningkatkan koordinasi dan kekuatan otot penderita stroke. Pelatihan keterampilan motorik biasanya dilakukan oleh penderita stroke yang keadaan lidahnya melemah. Dengan terapi ini, penderita stroke akan terbatu untuk menelan dan berbicara.

  • Terapi mobilitas

Untuk melaksanakan terapi mobilitas, penderita stroke dapat memanfaatkan alat bantu mobilitas yang terdiri dari kursi roda, penahan pergelangan kaki atau tongkat. Penyangga pergelangan kaki sendiri memiliki peranan yang sangat baik bagi penderita stroke. Alat bantu tersebut dapat memperkuat dan menstabilkan pergelangan kaki sehingga penderita stroke dapat berjalan secara perlahan.

  • Terapi constraint-induced

Terapi constraint-induced merupakan terapi yang dilakukan pada bagia tubuh yang tidak merasakan dampak penyakit stroke. Anggota tubuh yang dilatih nantinya dapat dimanfaatkan untuk membantu bagian tubuh yang terkena imbas penyakit stroke.

  • Terapi range of motion

Terapi jenis ini merupakan latihan yang bermanfaat untuk mengurangi rasa tegang pada otot dan membantu pergerakan tubuh sehingga terasa lebih lentur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *