4 Cara Mencegah Penyakit HIV AIDS

4 Cara Mencegah Penyakit HIV AIDS

Setahun sekali setiap tanggal 1 desember kita memperingati hari AIDS sedunia. Dibadingkan kata AIDS, di Indonesia masyarakat umumnya mengetahui dengan penyakit HIV. Jadi sebenarnya apakah AIDS dan HIV itu berbeda?.

Perlu anda ketahui bahwa sebenarnya AIDS dan HIV itu berbeda. HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS, jadi bisa kita lihat perbedaannya dari pengertian tersebut bahwa AIDS adalah penyakitnya, sedangakan HIV adalah virus penyebab AIDS.

HIV/AIDS adalah penyakit yang menular. Cara penularan HIV/AIDS bisa melalui hubungan seks berisiko tanpa menggunakan pengaman, melalui jarum suntik yang digunakan bersamaan dengan orang lain, transfusi darah dan penularan kepada bayi dari ibu menyusui atau hamil dengan penyakit AIDS.

Di Indonesia AIDS menjadi salah satu penyakit yang cukup banyak penderitnya, hal itu terlihat pada laporan Ditjen P2PL (Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan) Kemenkes RI Tahun 2017, pada triwulan kedua tahun 2017 kasus HIV di Indonesia dilaporkan sebanyak 255.527 jiwa. Banyaknya jumlah tersebut tentu memerlukan pencegahan agar tidak semakin bertambah. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan angka penderita HIV/AIDS di Indonesia yaitu melakukan pencegahan yang dimulai dari diri kita sendiri.

Cara mencegah HIV/AIDS yang bisa anda mulai dari diri sendiri adalah dengan mengubah gaya hidup anda, seperti berikut ini:

1. Melakukan hubungan seks yang aman

Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu cara penularan HIV yaitu melalui hubungan seks yang berisiko atau tidak menggunakan pengaman. Maka pencegahan yang bisa anda lakukan tentunya melakukan hubungan seks dengan menggunakan pengaman berupa kondom. Penggunaan kondom dianjurkan karena anda tidak mengetahui secara pasti apakah pasangan anda mengidap virus HIV atau tidak. Jadi baik melakukan seks vaginal, anal maupun oral sebaiknya gunakan kondom.

2. Gunakan jarum suntik satu kali

Di rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan sudah menerapkan satu pasien satu jarum dan satu kali pakai. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus HIV yang dengan mudah menular dari satu orang ke orang lain jika jarum suntik digunakan bergantian. Jadi saat menggunakan jarum suntik secara mandiri untuk pengobatan, pastikan anda hanya memakainya sendiri dan sekali pakai.

3. Hindari kontak dengan cairan tubuh dan darah orang lain

HIV bisa ditularkan dari darah atau cairan tubuh orang yang terinfeksi kepada orang lain. Untuk mencegah penularan anda harus berhati-hati jika akan menyentuh darah orang lain karena kita tidak tahu orang tersebut terkena HIV/AIDS atau tidak. Selain darah, cairan tubuh pembawa virus HIV juga bisa berasal dari air mani, cairan vagina, dan ASI.

4. Cek kesehatan saat hamil

Untuk mencegah penularan HIV kepada bayi, setiap ibu hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan medis berupa tes darah. Jika hasilnya positif, maka ibu hamil akan diberi terapi HIV selama kehamilan agar menurunkan risiko penularan kepada bayi. Oleh karena itu pastikan saat hamil anda mendapatkan pemeriksaan HIV sehingga bisa mencegah penularan terhadap bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *