Cara yang Tepat Menggunakan Obat Merah Pada Luka

Cara yang Tepat Menggunakan Obat Merah Pada Luka

Saat anda atau keluarga anda terjatuh dan terdapat luka goresan, obat apa yang akan anda cari?. Kebanyakan orang pasti akan mencari obat merah, karena obat merah sering dijadikan penyelamat dan juga mudah didapatkan dalam urusan pertolongan pertama pada luka.

Obat merah merupakan salah satu antiseptik yang digunakan untuk menghentikan pertumbuhan bakteri dan kuman sehingga tidak terjadi infeksi pada luka terbuka seperti luka lecet, goresan atau luka terbakar. Penggunaan obat merah pada luka seringkali memunculkan rasa perih, kenapa itu bisa terjadi?. Rasa perih muncul saat obat merah menyentuh luka anda karena cairan antiseptik mengandung alkohol dan peroksida. Kedua kandungan tersebut akan membuat sinyal rasa sakit pada tubuh anda aktif sehingga muncul rasa perih saat obat merah menyentuh luka.

Meski sering digunakan sebagai penyelamat luka. Ternyata anda juga perlu hati-hati dalam menggunakan obat merah sebab tidak semua luka bisa diobati dengan obat merah. Jika salah maka akan membahayakan anda. Lalu bagaimana cara yang tepat untuk menggunakan obat merah sehingga tidak berbahaya bagi anda?.

Penggunaan obat merah menjadi salah karena ada beberapa luka yang tidak sembuh atau proses penyembuhannya tidak efektif  jika menggunakan obat merah. Luka tersebut seperti luka gores, luka sayatan, terkikis, dan lecet. Ketidakefektifan obat merah pada luka ini karena sebenarnya luka tersebut tidak terlalu membutuhkan obat merah sebab masih tergolong luka yang ringan. Selain terhambat proses penyembuhannya, luka ringan yang sembarangan diberi obat merah juga akan mengalami iritasi.

Agar anda tidak salah dalam menggunakan obat merah, berikut cara yang tepat dalam menggunakan obat merah :

1. Kenali jenis luka

Saat terjadi luka, sebaiknya kenali terlebih dahulu jenis luka yang anda alami. Karena luka ringan dan luka berat memiliki penaganan berbeda terkait dengan penggunaan obat merah.

2. Tangani luka ringan dengan air bersih

Jika anda hanya mengalami luka ringan seperti lecet atau tergores maka yang harus dilakukan adalah membilasnya dengan air bersih yang mengalir. Selain menggunakan air yang mengalir, anda juga bisa menggunakan air garam, tisu basah yang tidak beralkohol atau waslap (cara ini dilakukan jika tidak tersedia air bersih). Hindari penggunaan kain yang berserat karena dikhawatirkan akan tersangkut pada luka. Setelah dibersihkan dengan air, selanjutnya tutup luka dengan kain kasa sehingga luka tetap bersih dan mempercepat proses penyembuhan.

3. Gunakan obat merah dalam situasi darurat

Luka anda memang tergolong dalam luka ringan, tapi jika tidak ada air atau bahan lainnya dan memang hanya ada obat merah maka dalam situasi genting ini anda diperbolehkan menggunakan obat merah namun secukupnya saja. Untuk menggunakan obat merah, bersihkan terlebih dahulu luka anda dengan air, setelah itu teteskan obat merah pada luka, tunggu sampai mengering dan tutup menggunakan perban.

4. Hindari obat merah pada luka karena kecelakaan

Luka karena kecelakaan yang tidak boleh menggunakan obat merah yaitu luka sobekan karena kecelakaan dengan pisau atau mesin, luka iris dalam, gigitan binatang, dan luka bakar. Tidak boleh menggunakan obat merah pada jenis luka tersebut karena obat merah kurang efektif untuk menyembuhkan luka jenis ini karena adanya perdarahan yang cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *