Merawat Diabetes Pada Lansia Agar Bisa Beraktivitas Dengan Lancar

Diabetes pada Lansia

Diabetes secara umum bisa di derita oleh siapa saja bahkan pada usia berapapun. Terlebih di Indonesia memang jumlah penderita diabetes mayoritas diderita oleh kaum lansia. Meskipun tidak menutup kemungkinan kalangan orang muda bisa terkena diabetes, namun gaya hidup ketika masih muda menjadi salah satu penyebab munculnya keluhan diabetes pada lansia yang mengatasinya jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan penderita yang masih dalam usia tergolong lebih muda. Alasannya adalah kondisi tubuh orang yang sudah tergolong lansia memang sedikit berbeda dengan yang lebih muda. Sehingga sulit untuk dikontrol kadar gula darahnya dengan baik tidak selayaknya orang yang masih muda.

Bagi yang memiliki orang tua yang ternyata memiliki penyakit diabetes, ada trik supaya penyakit diabetes pada lansia tidak semakin parah. Berikut adalah caranya:

  • Lakukan petunjuk dokter. Petugas medis yang menangani pasien lansia biasanya akan memberikan rekomendasi pengobatan yang harus dilakukan. Biasanya yang diberikan untuk kalangan lansia adalah pengobatan berupa suntikan insulin. Apabila dokter sudah memberikan petunjuk untuk menggunakan insulin, maka anda sebagai orang yang merawat harus melaksanakan dengan baik. Ikuti petunjuk lokasi penyuntikan, dosis serta berapa kali penggunaannya. Jangan sampai jadwal penyuntikan insulin terlewatkan. Jika dosis serta jadwal suntik insulin terlewat, maka kadar gula darah pasien akan sulit untuk dikendalikan. Terlebih untuk kalangan lansia yang sudah sulit untuk beradaptasi tubuhnya.
  • Lakukan pemantauan kadar gula darah secara rutin. Minimal dua minggu sekali lakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin. Tujuannya adalah untuk memantau apakah kadaar gula darah dalam keadaan stabil atau tidak. Memastikan kondisi kadar gula darah pada lansia senantiasa stabil menjadi salah satu kunci sukses untuk membuat lansia yang terkena diabetes tidak semakin parah. Pemeriksaan rutin juga memastikan jangan sampai kadar gula darah pada lansia turun drastis. Sebab memang kondisi metabolisme tubuh lansia sudah mulai berkurang stabilitasnya. Sementara standar kadar gula darah pada lansia juga berbeda untuk orang yang masih muda.
  • Mulai untuk mengajak kepada pola hidup sehat. Mulailah untuk memberikan asupan makanan seperti makanan yang rendah gula akan tetapi tinggi serat. Tujuannya adalah untuk membuat akdar gula darah pada lansia lebih stabil. Selain memperhatikan pola makan, ada baiknya juga memperhatikan serta mengajak untuk mulai melakukan olah raga secara rutin. Tujuannya supaya tubuh lansia yang menderita diabetes bisa lebih segar. Minimal ajaklah untuk jalan kaki selama 15 menit setiap hari secara rutin untuk membuat jantung lebih sehat serta menstabilkan kadar gula dalam darah. Olah raga jalan kaki tidak perlu jauh-jauh. Cukup jalan mengelilingi rumah dan komplek sudah cukup untuk membakar kalori yang disebabkan oleh kadar gula darah yang cukup tinggi.

Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin sebenarnya bukan hanya untuk memastikan kadar gula darah tidak naik, namun lebih banyak menjaga agar kondisi tubuh pasien diabetes pada lansia tetap bisa beraktivitas seperti biasanya. Asupan gizi makanan yang benar-benar diperhatikan tentu saja menjadi salah satu penunjang utama keberhasilan menjaga kadar gula dalam darah lansia agar tidak berlebihan. Menjaganya agar tetap stabil memang akan membuat tubuh lansia jauh lebih sehat dan tetap bergerak dengan aktif dan lebih mandiri. Itulah alasannya mengapa lansia dengan penyakit diabetes harus senantiasa diperhatikan supaya tingkat kesehatannya jauh lebih baik meskipun terdapat penyakit diabetes di dalam tubuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *