Perawatku
Perawatku

Pelayanan Kesehatan
Aman Bersama
Perawatku.id

Dengan Perawatku.id, Anda mendapatkan pelayanan kesehatan yang telah memenuhi standar pemerintah sehingga terjamin aman

Kami Memberikan Layanan Terbaik

Solusi Kesehatan Mudah, Bersama Perawatku.id

homecare

Homecare

Pesan layanan kesehatan hanya dari rumah

Pesan Layanan
homecare

Walk in Clinic

Pesan layanan kesehatan di klinik terdekatmu

Pesan Layanan
homecare

Telemedicine

Tanya apapun seputar kesehatan disini

Pesan Layanan

Harga Baru Tes Covid-19

Harga Tes Covid-19 selalu terbaru dan terjangkau. Hanya untuk kamu, kami selalu meng-update harga terbaik, supaya perjalananmu jadi lebih aman dan nyaman.

Antigen start from
IDR 120.000IDR 85.000
PCR start from
IDR 275.000IDR 275.000
service
Formulir Pendaftaran Vaksin

Ayo Daftar Vaksinasi Gotong
Royong

Program vaksinasi gotong royong adalah program vaksinasi gratis yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19.

service
Pendaftaran Stafsus

Bergabung menjadi Stafsus
KlinikGo

Mau rebahan tapi dapat cuan? Yuk gabung jadi Staf Khusus KlinikGo. Dapatkan banyak komisinya!

Artikel Terbaru

Lihat semua
10 Fakta Perlu Diketahui tentang Suhu Tubuh Manusia
Kesehatan

10 Fakta Perlu Diketahui tentang Suhu Tubuh Manusia

Manusia dilengkapi dengan struktur tubuh sempurna. Sistem organ mengatur semua jalannya gerak, rasa, perasaan, berpikir, mengedarkan darah atau nutrisi, menyaring racun, membuang zat-zat yang tidak diperlukan dan masih banyak lagi lainnya. Mereka memiliki kendali untuk beradaptasi baik di tempat panas maupun dingin. Salah satu yang membuatnya mampu bertahan dalam kondisi apapun ialah suhu tubuh.

Menurut John Hopkins Medicine, suhu tubuh adalah salah satu dari empat tanda vital utama yang dilihat oleh dokter. Bagian ini mampu menyesuaikan dengan usia, jenis kelamin serta keadaan. Hal tersebut bertujuan agar manusia tetap nyaman dan sehat dalam situasi apapun.

Sebagai hal yang penting untuk diperhatikan, ketahui 10 fakta mengenai suhu tubuh manusia berikut ini!

Suhu Tubuh Normal

Menurut U.S National Library of Medicine, suhu tubuh normal rata-rata ialah 36-37 derajat celcius. Namun biasanya pada masing-masing orang memiliki kondisi yang berbeda, sehingga juga mempengaruhi angka suhu, bisa sedikit lebih tinggi atau sebaliknya.

Tubuh selalu menyesuaikan dengan suhu sebagai respons terhadap kondisi lingkungan. Misalnya saja, suhu tubuh cenderung meningkat saat berolahraga. Selain itu, berdasarkan laporan dari Mayo Clinic, tanpa disadari ketika memeriksakan dengan termometer, suhu lebih tinggi di sore dan malam hari daripada saat bangun tidur.

Pada bayi dan anak kecil suhu tubuh lebih tinggi daripada orang dewasa. Hal ini disebabkan karena permukaan tubuh mereka lebih besar dibandingkan berat badan. Sementara itu metabolisme yang aktif juga mempengaruhi. Sebagai informasi, bayi baru lahir biasanya memiliki suhu tubuh rata-rata 37,5 derajat celcius.

Demam dan Suhu Tubuh

Dikutip dari laman Mayo Clinic, demam adalah peningkatan sementara suhu tubuh yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Patokan dari pengukurannya yakni ketika suhu rektal atau bagian telingan dan dahi menunjukkan angka hingga 37 derajat celcius pada ukuran orang dewasa.

Demam terjadi hanya dalam jangka waktu beberapa hari saja. Mungkin juga dibarengi dengan gejala sebagai berikut:

  • Menggigil
  • Berkeringat
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Kehilangan selera makan
  • Dehidrasi
  • Kelelahan

Pada orang dewasa, suhu tubuh yang terlalu tinggi hingga menyentuh angka 38 derajat celcius membutuhkan perhatian khusus dan bila perlu segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Di samping itu, gejala tersebut  biasanya bersamaan dengan sakit kepala parah, ruam kulit, kepekaan terhadap cahaya terang, leher kaku, nyeri, muntah, kesulitan bernapas, sakit perut, sakit saat buang air kecil dan kejang.

Untuk bayi dan balita, suhu tubuh yang sedikit lebih tinggi menjadi tanda infeksi serius. Hubungi dokter apabila memiliki suhu rektal mencapai 37-38 derajat celcius. Sementara pada anak berusia 3 hingga 6 bulan dengan suhu tersebut dibarengi rasa lesu atau tidak nyaman.

Demam Membantu Melawan Infeksi

Terkadang demam dinilai mengkhawatirkan. Sebab suhu tubuh di atas normal membuat penderitanya menggigil, pusing, kehilangan nafsu makan hingga merasa tidak nyaman. Namun sebenarnya ini bentuk perlawanan tubuh terhadap infeksi. Biasanya dokter meresepkan antibiotik jika melihat adanya infeksi bakteri, seperti pneumonia atau radang tenggorokan.

Usia Memengaruhi Suhu Tubuh

Seperti pada ulasan di atas, suhu tubuh bayi atau anak-anak dengan orang dewasa memiliki perbedaan. Begitu pula dengan orang lanjut usia.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Clinical Nursing menemukan bahwa seiring bertambahnya usia, suhu tubuh sedikit menurun. Mereka meneliti 133 peghuni panti jompo dengan rata-rata usia 65-85 tahun memiliki suhu 34 derajat celcius dalam keadaan normal.

Suhu tubuh membantu manusia bertahan hidup dalam keadaan dan kondisi apapun. Demam juga sebagai bentuk perlawanan terhadap infeksi, sehingga membuat tubuh tetap bertahan. Jadi pastikan menjaga kesehatan agar bisa beraktivitas.  

Sering Sakit Punggung, Ketahui Penyebab dan Pencegahannya! 
Penyakit

Sering Sakit Punggung, Ketahui Penyebab dan Pencegahannya! 

Ada banyak hal yang dilakukan selama seharian penuh. Mulai dari bekerja, memasak, menyetir, berolahraga, dan aktivitas lainnya. Semuanya mengandalkan tubuh sehat serta kuat. Namun tanpa terasa saat malam hari sakit punggung begitu terasa hingga sulit duduk bahkan tidur.  

Sakit punggung umum terjadi, apalagi jika duduk terlalu lama atau bekerja berat. Rasa sakitnya terasa ketika malam hari selepas beraktivitas layaknya patah sampai tidak bisa digerakkan. Tentu saja hal tersebut mengganggu waktu tidur. Oleh sebab itu ketahui segera penyebab, pencegahan dan gejala penyakit yang mungkin saja terjadi.

Daerah tulang belakang adalah penyangga utama tubuh. Ini harus cukup stabil untuk berdiri tegak dan fleksibel ketika digerakkan. Maka tidak heran bila sakit punggung diderita oleh sebagian besar orang.

Dilansir dari Web MD Health Service, beberapa gejala yang menyebabkan sakit punggung yakni nyeri otot, ligamen, tendon atau herniasi diskus, patah tulang dan masalah lain di punggung bagian atas, tengah serta bawah. Efek bisa langsung dirasakan, tetapi pada beberapa kasus terjadi berulang kali.

Agar dapat mencegah sakit punggung yang tiba-tiba atau terus-terusan dirasakan, ada baiknya ketahui penyebab dan bagaimana cara mengatasinya. Simak pada ulasan berikut ini!

Mengapa Sakit Punggung Umum Terjadi?

Menurut American Academy of Neurological and Orthopedic Surgeons seperti dilansir dari Eveyday Health, 80 persen orang Amerika mengalami sakit punggung setidaknya sekali dalam hidup mereka. Kondisi ini bisa terjadi di bagian manapun, mulai dari bawah hingga menyebar ke tengah. Tidak heran, mengingat tulang belakang berfungsi sebagai penopang berat badan manusia.

Namun, nyeri punggung di bagian tengah perlu perhatian. Sebab itu dapat berasal dari area tubuh lain, seperti masalah testis atau indung telur. Rasa sakit dikatakan ringan bila terjadi kurang dari sebulan. Sementara termasuk akut jika berlangsung lebih dari tiga bulan.

Stephen Hau Yan Kwok, asisten professor di Departemen Ortopedi dan Traumatologi, Fakultas Kedokteran Li Ka Shing di Universitas Hongkong mengatakan bahwa nyeri punggung sering dilaporkan karena tidak seperti tekanan darah tinggi. Itu bisa saja disebabkan oleh penyebab berbeda.

Perbedaan penyebab sakit punggung juga bisa disebabkan oleh usia serta jenis kelamin. Biasanya hal tersebut lebih mudah menyerang wanita dibandikan pria. Sementara itu, semakin berusia lanjut, rasa nyeri terjadi hampir setiap saat.

Penyebab Sakit Punggung

Setelah beraktivitas seharian, secara tiba-tiba sakit punggung terasa begitu saja.  Hal tersebut lumrah terjadi dikarenakan aktivitas berat atau duduk terlalu lama. Akan tetapi apabila terasa secara terus menerus perlu konsultasi kepada dokter untuk mengetahui penyebab dan penyakit lanjutan.

Secara umum sakit punggung bagian bawah disebabkan oleh otot ligamen yang tegang. Disamping itu juga dikarenakan masalah struktural seperti kerusakan pada cakram, radang sendi, osteoporosis dan kelengkungan tulang belakang.

Ada pula faktor risiko lain yang meningkatkan peluang sakit punggung, antara lain:

  • Stres
  • Pekerjaan fisik terlalu berat
  • Merokok
  • Kegemukan
  • Kecemasan atau depresi
  • Hamil
  • Usia

Pencegahan Sakit Punggung

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebelum sakit punggung terasa, ada baiknya melakukan pencegahan. Sebab penyakit ini akan membuat penderitanya kurang nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Dilansir dari Mayo Clinic, sakit punggung disebabkan oleh tulang belakang yang kurang stabil. Untuk membuatnya kuat ialah berolahraga secara teratur. Hal tersebut juga turut membantu menjaga berat badan agar  tidak terlalu membuat punggung menopang beban berat.

Penyebab lain yang mungkin ialah posisi duduk dan berdiri yang kurang tepat. Maka, mulailah mempelajari cara yang baik agar postur tampak bagus dan mencegah rasa sakit pada punggung.

Sementara itu, nyeri pada punggung bagian bawah jarang memerlukan pembedahan. Biasanya hanya diobati dengan pereda nyeri dan anti-inflamasi disertai dengan istirahat. Perawatannya cukup melakukan pemijatan, akupuntur atau terapi lainnya.

Perbedaan Gender Mempengaruhi Tingkat Kesehatan Emosional
Kesehatan

Perbedaan Gender Mempengaruhi Tingkat Kesehatan Emosional

Wanita dan pria berbeda dari segi fisik dan emosional. Keadaan ini lantas memunculkan stereotip yang menyebar di masyarakat. Pria dianggap lebih tertutup, sedangkan wanita cenderung bersemangat dan mudah meluapkan perasaan.

Dilansir dari Everyday Health, penelitian mengenai keadaan emosional antara jenis kelamin menemukan bahwa ada perbedaan cara dalam memroses, mendeteksi, dan mengekspresikan emosi. Hal tersebut turut memengaruhi cara pandang, sikap, pemikiran serta pengambilan keputusan dari masing-masing gender.

Ditarik dari sisi parenting, stereotip antara pria dan wanita juga dipengaruhi oleh pola asuh serta bagaimana mereka dibesarkan. Seperti misalnya, anak laki-laki diarahkan bermain mobil-mobilan, bola, dan robot. Sementara perempuan bergulat dengan boneka, rumah-rumahan hingga masak-masakan. Itu telah ditanamkan sejak dahulu guna membentuk karakter hingga berpengaruh pada kondisi emosional.

Berikut perbedaan kondisi emosional antara pria dan wanita serta bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan!

Wanita Lebih Teliti daripada Pria

Wanita dan pria memiliki struktur otak yang sama, namun mereka berbeda dalam meneliti sesuatu. Keduanya punya cara berbeda dalam menilai atau mengamati sesuatu.

Menurut studi global menemukan bahwa wanita cenderung lebih teliti dalam mengamati. Mereka akan mempertanyakan tentang mengapa, di mana, seluk beluk hingga hal-hal yang sifatnya detail. Dari kasus tersebut akhirnya membentuk karakter perfeksionis yang sebagian dimiliki oleh kaum hawa.

Di sisi lain, karena ketelitian tersebut wanita cenderung memiliki sifat overthinking. Hal ini mempengaruhi kondisi emosionalnya yang mudah marah, menangis, hingga meluapkan perasaan.

Berbeda dengan pria, meskipun beberapa ada yang teliti namun ketelitian sebatas pada permukaan. Mereka cenderung berpikir dengan cara sederhana untuk menghasilkan suatu kesimpulan. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa proses berpikirnya lebih cepat.

Wanita Lebih Ektroverts daripada Pria

Karakter umum pria dan wanita berbeda dari berbagai aspek. Ini memengaruhi bagaimana mereka berinteraksi dengan keadaan sosialnya.

Dalam penelitian, pada umumnya wanita memiliki karakter menyenangkan serta ekstrovert. Mereka terbuka dengan sekeliling atau orang baru. Seperti contoh dalam kehidupan sehari-hari, perempuan mudah mengungkapkan perasaan dan berbicara secara intens ketika tengah menghadapi suatu permasalahan.

Sementara, pria dinilai cenderung ke arah introvert. Mereka mudah menutup diri dan menyelesaikan permasalahan dengan tenang. Di sisi lain juga membutuhkan waktu sendiri untuk mengembalikan energi serta menyelesaikan perkara.

Wanita Lebih Pandai Membaca Reaksi

Ini berhubungan dengan kepekaan antara wanita dan pria. Keduanya memiliki perbedaan dalam hal reaksi terhadap lingkungan dan sesama.

Wanita mudah membaca reaksi emosional orang lain. Mereka ikut terbawa suasana, baik ketika seseorang marah, sedih hingga bahagia. Di samping itu juga mampu memahami kondisi lawan bicara dengan baik.

Berbeda dengan pria, mereka bahkan kurang memahami suatu isyarat emosional baik secara verbal maupun visual. Tidak heran bila dalam kehidupan sehari-hari hal ini dikaitkan dengan karakternya yang lebih cuek dibandingkan wanita.

Perbedaan Emosional dan Hubungan dengan Kesehatan

Perbedaan gender memengaruhi pemrosesan dan respons emosional. Kondisi tersebut memiliki dampak pada kesehatan fisik maupun emosi.

Wanita yang terlalu emosional cenderung memiliki risiko lebih besar mengalami depresi, kecemasan, dan gangguan suasana hati. Sementara pria dengan karakternya yang tertutup berisiko pada penyakit fisik, seperti tekanan darah tinggi hingga melakukan kebiasaan tidak sehat, merokok atau konsumsi alkohol.

Beberapa penelitian menemukan bahwa perbedaan mungkin berakar pada stereotip budaya. Di sisi lain, orangtua juga memiliki andil dalam pembentukan emosional.

Menopause: Gejala, Transisi, Penyebab
Kesehatan

Menopause: Gejala, Transisi, Penyebab

Bagi wanita proses menstruasi terjadi karena meluruhnya sel telur dari dinding rahim. Biasanya dimulai dari usia remaja sepuluh tahun hingga memasuki kepala empat. Sayangnya proses tersebut tidak bisa berlanjut jika telah mengalami menopause.

Menopause terjadi ketika wanita berhenti menstruasi. Kondisi ini rata-rata dialami saat telah menginjak usia 50 tahun lebih. Diagnosis dibuat apabila sama sekali tidak menstruasi selama 12 bulan berturut-turut.

Transisi dari pramenopause ke menopause berlangsung hingga 10 tahun. Menjelang perubahan itu dinamakan dengan perimenopause, waktu setelahnya ialah pasca-menopause. Selama bertahun-tahun lamanya ini, kadar hormon esterogen, progesteron dan testosteron menurun.

Apa saja gejala yang menjelang menopause dan penyebabnya? Simak ulasannya beirkut ini!

Gejala Menopause dan Perimenopause

Setiap wanita memiliki gejala menopause yang berbeda-beda dari berbagai tingkat intensitas. Namun tanda utamanya ialah keringat malam. Ini merupakan perasaan panas yang tiba-tiba datang dari dalam, sehingga menyebabkan wajah memerah, detak jantung cepat dan keringat berlebihan.

Sebaliknya, setelah itu akan merasakan kedinginan. Para peneliti berhipotesis bahwa hot flashes disebabkan oleh perubahan pada hipotalamus yang berfungsi mengatur suhu.

Penipisan dan fluktuasi kadar hormon juga menyebabkan:

  • Penambahan berat badan dan metabolisme yang lambat
  • Perubahan suasana hati, termasuk gejala depresi dan kecemasan
  • Masalah tidur
  • Rambut rontok kuku rapuh, mata dan mulut kering serta masalah kulit
  • Masalah seksual yang disebabkan oleh perubahan hormon, seperti penurunan libido, kekeringan pada vagina dan rasa sakit penetrasi
  • Masalah memori atau kognitif yang disebabkan oleh gangguan tidur, depresi dan hot flashes
  • Sindrom genitourinaria menopause (GSM) yang meliputi kekeringan alat kelamin, iritasi, disfungsi seksual dan masalah saluran kemih.

Penyebab dan Faktor Risiko

Wanita yang pernah melahirkan dan memberikan ASI eksklusif selama berbulan-bulan lebih kecil kemungkinan untuk mengalami menopause awal. Selain karen itu, ada pula beberapa faktor yang membuatnya jadi lebih cepat, yakni:

  • Pengangkatan ovarium, kegagalan ovarium karena kemoterapi dan masalah genetik atau endokrin
  • Merokok atau memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit autoimun, tiroid, dan lupus.

Perbedaan Perimenopause dan Menopause

Perimenopause terjadi sebelum menopause penuh. Kondisi biasanya ketika seorang wanita mulai menginjak usia empat puluhan dan transisi berlangsung selama 10 tahun. Pada tahap ini, periode seringkali tidak menentu.

Menstruasi terjadi pada beberapa siklus saja, bahkan ada beberapa bulan yang terlewatkan. Namun demikian, wanita masih memungkinkan untuk hamil ketika pada tahap ini.

Sementara menopause adalah kondisi ketika wanita berhenti mengalami menstruasi. Maka siklus periode sudah tidak ada lagi.

Diagnosa Menopause

Menopause baru bisa didiagnosis setelah lebih dari satu tahun tidak mengalami menstruasi. Artinya Anda telah melewati masa-masa dan mulai mengalami penurunan hormon.

Sementara itu, sebagian wanita tidak memerlukan tes apapun untuk didiagnosis. Sebab menopause terjadi secara alamiah pada mereka yang telah memasuki usia lanjut.

Durasi Transisi Menopause

Transisi menopause disebut dengan perimenopause dan dibagi menjadi dua tahap. Pertama adalah siklus menstruasi mulai tidak dapat diprediksi dan lebih lambat dari biasanya.

Kedua terjadi ketika mulai menstruasi dengan jarak dua bulan. Seluruh proses ini dimulai selama jangka waktu delapan hingga sepuluh tahun, sebelum akhirnya menopause.

Menopause merupakan kondisi yang wajar dialami oleh setiap wanita. Ada masanya, hormon mengalami penurunan dan tidak lagi datang bulan. Kendati demikian tetap jaga dan rawat daerah kewanitaan agar terhindar dari penyakit, ya.

 

 

Partner Kami

farmalab
genetic
konsuldok
lifepack
lifepal
tirta
Icon WhatsApp