Perawatku
Perawatku

Pelayanan Kesehatan
Aman Bersama
Perawatku.id

Dengan Perawatku.id, Anda mendapatkan pelayanan kesehatan yang telah memenuhi standar pemerintah sehingga terjamin aman

Kami Memberikan Layanan Terbaik

Solusi Kesehatan Mudah, Bersama Perawatku.id

homecare

Homecare

Pesan layanan kesehatan hanya dari rumah

Pesan Layanan
homecare

Walk in Clinic

Pesan layanan kesehatan di klinik terdekatmu

Pesan Layanan
homecare

Telemedicine

Tanya apapun seputar kesehatan disini

Pesan Layanan

Harga Baru Tes Covid-19

Harga Tes Covid-19 selalu terbaru dan terjangkau. Hanya untuk kamu, kami selalu meng-update harga terbaik, supaya perjalananmu jadi lebih aman dan nyaman.

Antigen start from
IDR 120.000IDR 85.000
PCR start from
IDR 275.000IDR 275.000
service
Formulir Pendaftaran Vaksin

Ayo Daftar Vaksinasi Gotong
Royong

Program vaksinasi gotong royong adalah program vaksinasi gratis yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19.

service
Pendaftaran Stafsus

Bergabung menjadi Stafsus
KlinikGo

Mau rebahan tapi dapat cuan? Yuk gabung jadi Staf Khusus KlinikGo. Dapatkan banyak komisinya!

Artikel Terbaru

Lihat semua
Sering Sakit Punggung, Ketahui Penyebab dan Pencegahannya! 
Penyakit

Sering Sakit Punggung, Ketahui Penyebab dan Pencegahannya! 

Ada banyak hal yang dilakukan selama seharian penuh. Mulai dari bekerja, memasak, menyetir, berolahraga, dan aktivitas lainnya. Semuanya mengandalkan tubuh sehat serta kuat. Namun tanpa terasa saat malam hari sakit punggung begitu terasa hingga sulit duduk bahkan tidur.  

Sakit punggung umum terjadi, apalagi jika duduk terlalu lama atau bekerja berat. Rasa sakitnya terasa ketika malam hari selepas beraktivitas layaknya patah sampai tidak bisa digerakkan. Tentu saja hal tersebut mengganggu waktu tidur. Oleh sebab itu ketahui segera penyebab, pencegahan dan gejala penyakit yang mungkin saja terjadi.

Daerah tulang belakang adalah penyangga utama tubuh. Ini harus cukup stabil untuk berdiri tegak dan fleksibel ketika digerakkan. Maka tidak heran bila sakit punggung diderita oleh sebagian besar orang.

Dilansir dari Web MD Health Service, beberapa gejala yang menyebabkan sakit punggung yakni nyeri otot, ligamen, tendon atau herniasi diskus, patah tulang dan masalah lain di punggung bagian atas, tengah serta bawah. Efek bisa langsung dirasakan, tetapi pada beberapa kasus terjadi berulang kali.

Agar dapat mencegah sakit punggung yang tiba-tiba atau terus-terusan dirasakan, ada baiknya ketahui penyebab dan bagaimana cara mengatasinya. Simak pada ulasan berikut ini!

Mengapa Sakit Punggung Umum Terjadi?

Menurut American Academy of Neurological and Orthopedic Surgeons seperti dilansir dari Eveyday Health, 80 persen orang Amerika mengalami sakit punggung setidaknya sekali dalam hidup mereka. Kondisi ini bisa terjadi di bagian manapun, mulai dari bawah hingga menyebar ke tengah. Tidak heran, mengingat tulang belakang berfungsi sebagai penopang berat badan manusia.

Namun, nyeri punggung di bagian tengah perlu perhatian. Sebab itu dapat berasal dari area tubuh lain, seperti masalah testis atau indung telur. Rasa sakit dikatakan ringan bila terjadi kurang dari sebulan. Sementara termasuk akut jika berlangsung lebih dari tiga bulan.

Stephen Hau Yan Kwok, asisten professor di Departemen Ortopedi dan Traumatologi, Fakultas Kedokteran Li Ka Shing di Universitas Hongkong mengatakan bahwa nyeri punggung sering dilaporkan karena tidak seperti tekanan darah tinggi. Itu bisa saja disebabkan oleh penyebab berbeda.

Perbedaan penyebab sakit punggung juga bisa disebabkan oleh usia serta jenis kelamin. Biasanya hal tersebut lebih mudah menyerang wanita dibandikan pria. Sementara itu, semakin berusia lanjut, rasa nyeri terjadi hampir setiap saat.

Penyebab Sakit Punggung

Setelah beraktivitas seharian, secara tiba-tiba sakit punggung terasa begitu saja.  Hal tersebut lumrah terjadi dikarenakan aktivitas berat atau duduk terlalu lama. Akan tetapi apabila terasa secara terus menerus perlu konsultasi kepada dokter untuk mengetahui penyebab dan penyakit lanjutan.

Secara umum sakit punggung bagian bawah disebabkan oleh otot ligamen yang tegang. Disamping itu juga dikarenakan masalah struktural seperti kerusakan pada cakram, radang sendi, osteoporosis dan kelengkungan tulang belakang.

Ada pula faktor risiko lain yang meningkatkan peluang sakit punggung, antara lain:

  • Stres
  • Pekerjaan fisik terlalu berat
  • Merokok
  • Kegemukan
  • Kecemasan atau depresi
  • Hamil
  • Usia

Pencegahan Sakit Punggung

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebelum sakit punggung terasa, ada baiknya melakukan pencegahan. Sebab penyakit ini akan membuat penderitanya kurang nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Dilansir dari Mayo Clinic, sakit punggung disebabkan oleh tulang belakang yang kurang stabil. Untuk membuatnya kuat ialah berolahraga secara teratur. Hal tersebut juga turut membantu menjaga berat badan agar  tidak terlalu membuat punggung menopang beban berat.

Penyebab lain yang mungkin ialah posisi duduk dan berdiri yang kurang tepat. Maka, mulailah mempelajari cara yang baik agar postur tampak bagus dan mencegah rasa sakit pada punggung.

Sementara itu, nyeri pada punggung bagian bawah jarang memerlukan pembedahan. Biasanya hanya diobati dengan pereda nyeri dan anti-inflamasi disertai dengan istirahat. Perawatannya cukup melakukan pemijatan, akupuntur atau terapi lainnya.

Sering Kentut dan Bersendawa, Normalkah?
Kesehatan

Sering Kentut dan Bersendawa, Normalkah?

Setiap manusia mengalami pembuangan gas setiap harinya. Ini merupakan hal wajar sebagai bagian dari metabolisme tubuh. Ketika dikeluarkan memang memiliki bau tidak sedap ya, dikarenakan telah melalui sejumlah proses dalam sistem pencernaan.

Tubuh secara alami menghasilkan gas dan akan semakin banyak jika mengkonsumsi makanan tertentu. Apabila hari ini meningkatkan jumlah serat, tentu saja akan semakin banyak pula produksi gas yang dihasilkan.

Ialah hal yang normal ketika manusia mengeluarkan gas, meskipun dalam jumlah banyak. Akan tetapi risikonya adalah rasa tidak nyaman, sehinga perlu beberapa langkah untuk menyesuaikan pola makan dan mengurangi perut kembung.

Kita bahas bersama-sama tentang gas dalam tubuh beserta alasan mengapa zat tersebut dihasilkan yuk!

Apa Itu Gas?

Gas terdiri dari beberapa uap yang memiliki komposisi berbeda, seperti karbondioksida, hidrogen, metana, nitrogen dan oksigen. Semuanya diproses di dalam tubuh kemudian dikeluarkan. Dalam proses pengeluarannya seringkali menyebabkan rasa sakit dan kram di perut kemudian menimbulkan suara.

Ada beberapa proses untuk mengeluarkan gas atau udara dari tubuh, yakni:

  • Bersendawa

Sendawa ialah gas yang dikeluarkan dari tubuh melalui mulut. Ini disebabkan karena menelan banyak udara saat makan kemudian masuk ke perut. Aktivitas tersebut memungkinkan tubuh melepaskan kelebihan udara.

  • Perut kembung

Ketika tubuh tidak dapat mencerna makanan yang dimakan, maka akan menyebabkan gas yang dikeluarkan dari rektum. Beberapa jenis yang cenderung susah dipecah yakni gula, serat dan pati.

  • Kembung

Kembung disebabkan oleh akumulasi gas yang menyebabkan rasa kenyang, namun tidak nyaman. Meski demikian, ini tidak berarti memiliki kelebihan gas, bisa juga disebabkan karena sensitif terhadap udara.

Dilansir dari Everyday Health, sebagian besar manusia menghasilkan empat liter gas sehari yang dikeluarkan melalui sendawa sebanyak dua puluh kali, sisanya rektum. Perlu dicatat bahwa bersendawa atau mengeluarkan gas setelah makan bukan berarti memiliki kadar yang berlebihan, itu adalah hal yang normal.

Terjadinya gas

Umumnya gas terjadi karena makanan yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu juga bisa dikarenakan banyaknya udara yang masuk saat melakukan aktivitas tersebut.

Ada sejumlah makanan yang bisa meningkatkan kadar gas dalam tubuh, sehingga membuat perut kembung. Pemicu utamanya ialah produk susu, gula, dan pemanis buatan seperti sorbitol.

Sementara itu, menelan terlalu banyak udara terjadi ketika minum melalui sedotan, makan terlalu cepat atau sering mengunyah permen karet. Sekitar 50 persen gas yang menyebabkan perut kembung berasal dari udara yang tertelan, bukan makanan.

Mengontrol Gas

Gas menimbulkan bau tidak sedap jika dikeluarkan melalui rektum. Sedangkan yang masih di dalam perut menyebabkan perut kembung hingga terus menerus bersendawa. Tentu saja kondisi tersebut sangat tidak nyaman. Satu-satunya cara yaitu dengan mengendalikannya.

Cobalah untuk mengubah pola makan serta gaya hidup. Hindari konsumsi makanan tertentu yang meningkatkan jumlah produksi gas. Imbangi pula makan dengan tempo lambat, pastikan untuk mengunyah secara berhati-hati.

Gas yang berlebihan merupakan salah satu tanda dari kondisi kesehatan pencernaan, seperti sindrom iritasi usus besar atau refluks gastroesofageal (GERD). Jika kondisi ini disebabkan oleh kelainan yang mendasarinya, maka segera meminta resep obat tertentu.

Kemudian, apabila sering mengalami perut kembung segera lakukan konsultasi dengan dokter guna membantu pencernaan dan mengurangi gas.

 

 

 

 

 

 

Kenali 11 Jenis Epilepsi Berdasarkan Tanda Umum dan Area Otak
Penyakit

Kenali 11 Jenis Epilepsi Berdasarkan Tanda Umum dan Area Otak

Epilepsi memiliki kaitan erat dengan kejang. Sebab pada asarnya kejang termasuk dalam gejala gangguan ini. Kondiis disebabkan oleh aktivitas kimia dan listrik normal antar sel saraf di neuron yang terganggu. Akhirnya bagian tersebut menyala secara tidak normal hingga menyebabkan berbagai tanda.

Gangguan epilepsi dikelompokkan berdasarkan serangkaian karakteristik kompleks. Hal ini juga dibedakan menrut gejalanya atau area otak yang terkena. Dari kalsifikasi tersebut menghasilkan beberapa sindrom dan bisa terjadi secara bersamaan.

Berikut ini adalah jenis sindrom epilepsi yang palig umum terjadi. Meskipun melibatkan sel saraf pada otak, namun tidak berpengaruh pada perkembangan kognitif. Simak ulasannya!

Jenis Epilepsi yang Umum Terjadi

  • Childhood Absence Epilepsy (CAE)

CAE disebut juga dengan petit mal dan paling sering terjadi pada anak-anak. Penderita sindrom epilepsi ini hanya bisa menatap diam selama 10 hingga 20 detik. Kemudian mereka akan sadar dengan sendirinya secara tiba-tiba. Gejala akan hilang setelah memasuki masa remaja.

  • Juvenile Absence Epilepsy (JAE)

JAE berbeda dengan epilepsi yang terjadi pada anak-anak, jenis ini bisa bertahan seumur hidup. Sekitar 80% akan mengalami kejang tonik-klonik dan membutuhkan pengobatan cukup lama.

  • Juvenile Myoclonic Epilepsy (JME)

JME biasanya terjadi dalam waktu satu jam setelah bangun. Penderita mengalami kejang absen, mioklonik (menyentak otot) dan tonik-klonik umum. Adapun faktor yang memicunya, yakni kurang tidur dan stres, kelelahan hingga asupan alkohol berlebihan.

  • Epilepsi anak dengan paku centrotemporal

Jenis epilepsi ini juga disebut dengan rolandik jinak pada anak usia 3 hingga 12 tahun. Ketika terjadi, penderita mengalami kejang fokal. Setengah dari wajah mulai berkedut dan mati rasa.

Biasanya mengalami kejang di malam hari, seringkali saat tidur. Pada sebagian besar anak, gejala berhenti di usia 13 tahun atau berlanjut hingga 18 tahun.

  • Epilepsi refleks

Pada epipelsp refleks, stimulus tertentu dapat memicu kejang umum tonik-klonik (grand mal). Adapun yang paling sering terjadi, yakni fotosensitif, yang mana ketika lampu berkedip maka dapat menyebabkan kejang.

Penderita kesulitan untuk menonton televisi, bermain game, hingga mengamati cahaya pepohonan. Ada pula yang  sensitif terhadap pendengaran, seperti lagu atau pemicu taktil seperti mandi air panas atau menyikat gigi. Dengan demikian cara terbaik untuk mencegah yakni menghindari yang dapat menyebabkan kemungkinan gejala terjadi.

  • Sindrom epilepsi terkait tidur

Beberapa jenis epilepsi berhubungan dengan tidur atau terjadi setelahnya. Contohnya yakni hipermotorik atau dikenal dengan istilah lobus frontal nokturnal serta lobus temporal nokturnal.

Seperti epilepsi pada masa anak-anak dengan centrotemporal, sindrom epilepsi ini tidak terdeteksi. Tiba-tiba saja penderita mengalami kejang di waktu tersebut.

Jenis Epilepsi Berdasarkan Daerah Otak

  • Epilepsi lobus temporal

Epilepsi lobus temporal memiliki gejala de javu, ketakutan, bau atau rasa yang tidak biasa. Sindrom dimulai pada masa kanak-kanak dan berlangsung hingga remaja. Terjadi karena kerusakan pada hipokampus yang disebut sklerosis hipokampus, sehingga mengganggu pembelajaran serta memori.

Penderita cenderung menunjukkan perilaku berulang-ulang serta hal-hal yang sebenarnya tidak penting atau disebut dengan otomatisme. Otomatisme umum seperti menampar bibir, mengedipkan mata dan gerakan kepala tidak biasa.

  • Epilepsi lobus frontal

Penderita sindrom epilepsi lobus frontal memiliki kelemahan pada otot dan gerakan abnormal, seperti memutar, melambaikan tangan serta kaki. Ketika kejang, mereka menampakkan ekspresi meringis, terkejut, hingga berteriak. Seringkali kehilangan kesadaran atau bahkan terjadi saat tidur.

  • Epilepsi neokortikal

Epilepsi jenis ini bisa bersifat umum atau fokal. Korteks adalah lapisan luar otak dan gejala kejang bervariasi dari sensasi tidak biasa sampai halusinasi visual serta perubahan emosional.

  • Epilepsi lobus oksipital

Sindrom ini terjadi karena tumor atau malformasi otak. Biasanya terjadi di masa anak-anak dengan gejala kejang di kedua sisi tubuh dan adanya perubahan visual.

  • Kejang hipotalamus

Jenis epilepsi ini terbilang langka karena disebabkan oleh tumor hipotalamus non-kanker. Hamartoma hipotalamus seringkali sulit didiagnosis karena kejang tampak seperti tertawa.

Kenali jenis-jenis epilepsi di atas agar mengetahui gejala yang ditimbulkan. Dengan demikian dapat membantu orang sekitar jika memiliki tanda yang sama. Segera hubungi layanan kesehatan apabila mendapati kondisi demikian.

 

 

Penyebab Epilepsi dan Pencegahannya
Penyakit

Penyebab Epilepsi dan Pencegahannya

Gangguan epilepsi umumnya terjadi pada anak-anak. Meskipun dalam beberapa kasus berlanjut hingga usia remaja dan dewasa. Namun, menurut American Epilepsy Society, hingga 70% penderita tidak diketahui penyebab pastinya.

The 2017 International League Against Epilepsy mengkategorikan epilepsi menjadi 6 golongan berdasarkan penyebabnya, antara lain genetik, struktural, metabolik, imun, infeksi dan tidak diketahui. Berikut ini penjelasan mengenai masing-masing kategori diikuti dengan pencegahan!

Etiologi Genetik

Pada etiologi genetik dijelaskan bahwa epilepsi diduga disebabkan oleh cacat genetik. Kendati sangat sedikit penderita yang memiliki mutasi genetik, namun faktor ini paling sering ditemukan dalam penelitian

Etiologi Struktural

Dalam kasus jenis ini, kejang disebabkan oleh perubahan struktur bagian otak. Seseorang bisa saja dilahirkan dengan kelainan tersebut. Atau bisa juga diakibatkan oleh proses seperti trauma kepala, infeksi serta stroke.

Etiologi Metabolik

Etiologi metabolik merupakan kondisi yang mengarah pada peningkatan risiko epilepsi. Dengan demikian dapat berkembang karena faktor ini.

Etiologi Imun

Dalam kasus ini, ada bukti bahwa peradangan sistem saraf pusat menyebabkan epilepsi. Biasanya terjadi pada jenis ensefalitis autoimun.

Etiologi Infeksi

Etiologi infeksi adalah salah satu penyebab yang paling penting dari epilepsi di seluruh dunia. Beberapa infeksi yang menyebabkan kondisi tersebut termasuk human immunodeficiency virus (HIV), malaria, TBC, dan infeksi parasit atau dikenal dengan cysticercosis.

Etiologi Tidak Diketahui

Etiologi tidak diketahui digunakan apabila penyebab tidak tergolong dalam beberapa jenis di atas. Sebelumnya disebut dengan kriptogenik karena terjadi pada sepertiga dari kasus epilepsi.

Pemicu Epilepsi

Penyebab epilepsi tidaklah sama dengan pemicunya. Perlu dicatat bahwa pemicu kejang tidak menyebabkan epilepsi, tetapi bisa menyebabkan kekejangan pada penderita epilepsi, terutama pada orang yang rentan.

Pemicu kejang umumnya ialah stres, kurang tidur, dehidrasi atau tidak makan, konsumsi obat-obatan hingga alkohol. Sementara yang terjadi pada anak-anak dikarenakan genetik, metabolisme, dan dilahirkan dengan masalah struktural di otak.

Sedangkan epilepsi pada orang dewasa lebih mungkin disebabkan oleh perubahan struktural, contohnya tumor dan stroke.

Kejang yang Tidak Disebabkan oleh Epilepsi

Sebagai catatan bahwa tidak semua kejang disebabkan oleh epilepsi. Bisa jadi karena masalah neurologis akut, seperti stroke atau cedera kepala. Dapat pula gangguan metabolisme, yakni hipoglikemia yang merupakan efek samping dari terapi insulin serta keracunan obat.

Pada bayi dan anak-anak, demam tinggi dapat menyebabkan kejang. Ditambah pula stres, melewatkan makan atau kurang tidur juga menjadi pemicu.

Pencegahan Epilepsi dan Kejang

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, sejauh ini tidak ada cara yang terbukti dapat mencegah semua bentuk epilepsi, namun bisa dikurangi risikonya. Infeksi cysticercosis dianggap sebagai penyebab umum dan ditularkan ke manusia dari parasit.

Anda bisa mengurangi risiko infeksi dengan menjaga kebersihan pribadi, seperti mencuci tangan secara teratur, membersihkan alat makan, dapur dan semua perabotan rumah tangga. Selain itu, ada juga yang disebabkan oleh trauma otak atau cedera kepala. Langkah untuk mencegahnya yakni gunakan helm saat berkendara, atau berolahraga seperti hoki, skateboard atau bersepeda. Pasikan memakai sabuk pengaman ketika mengendarai mobil.

Selanjutnya ialah mengurangi risiko serangan jantung dan stroke yang bisa menyebabkan epilepsi. Caranya dengan mengikuti pola makan sehat, olahraga secara teratur, dan hindari stres. Ini dapat membantu menjaga kesehatan organ tersebut sekaligus pembuluh darah.

Epilepsi juga dikaitkan dengan komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Menurut CDC, konsultasikan dengan dokter sejak awal mengenai rencana prenatal guna meminimalkan risiko.

Jika Anda didiagnosis epilepsi, maka cara mencegah kejang atau frekuensi adalah mengikuti pengobatan yang diresepkan oleh dokter. Pastikan konsumsi sesuai anjuran dan imbangi dengan pola hidup sehat.

 

Partner Kami

farmalab
genetic
konsuldok
lifepack
lifepal
tirta
Icon WhatsApp